Komitmen mencetak generasi perawat terampil terus dilakukan oleh Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kini, alumni Keperawatan UMS telah melangkahkan kakinya untuk berkarier di Arab Saudi.
Setidaknya terdapat enam alumni Keperawatan UMS yang mendapatkan kesempatan bekerja di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi. Mereka adalah Nadia Nur Imani, Sri Puji Lestari, Sakanti Maulida Firjatullah, Fatma Dwi, Derel Azizah, dan Sofi Aulianisa.
Nadia Nur Imani, menjadi salah satu perawat lulusan UMS yang menginjakkan kaki di Jazirah Arab pada pertengahan 2024 silam. “Kami disini bekerja secara internasional, baik dengan teman maupun kolega, serta kami benar bekerja sebagai perawat secara profesional, mulai dari kemampuan, kecepatan, ketepatan, serta efisien,” ujarnya mantap saat dihubungi pada Rabu (24/6/2026).
Nadia, yang bekerja di Rumah Sakit Dokter Sulaiman Al-Habib, Riyadh, ini mengaku bekerja di Arab Saudi telah membuka wawasannya. Apalagi ia berkesempatan bekerja di poliklinik mata. Salah satu tantangan bekerja di Arab Saudi adalah tuntutan untuk disiplin dan memahami kebutuhan pasien.
“Di sini kayak saya merasa perawat itu benar-benar mandiri banget ya secara profesionalitasnya gitu. Beda kalau di Indonesia kan harus menunggu perintah dokter,” katanya.
Lain halnya dengan Sakanti Maulida Firjatullah. Lulusan Keperawatan kelas internasional ini mengaku sempat terkendala bahasa. Meskipun semasa kuliah ia mendalami bahasa Inggris hingga fasih, Sakanti justru mendapat penempatan di pelosok Arab Saudi, yakni Qassim.
“Tantangan bekerja di saudi sih lebih ke language barrier. Jadi mau tidak mau saya harus belajar bahasa Arab karena mayoritas mereka disini menggunakan bahasa Arab,” kata Sakanti berkelakar.
Sakanti menjelaskan dirinya bekerja sebagai clinical assistant di poliklinik urologi. Tugasnya adalah menjadi asisten dokter di dalam klinik untuk tindakan kecil. Sakanti kerap membantu dokter menangani pasien sunat.
“Yang paling bikin culture shock adalah disini proses sunat itu dilakukan sejak bayi berumur 0 bulan,” kenangnya.
Sakanti dan Nadia sama-sama melamar kerja melalui agensi penyaluran tenaga kerja ke Arab Saudi. Informasi tersebut mereka dapatkan sewaktu menjalani wisuda jenjang profesi ners pada akhir 2023. Beruntung keduanya berhasil lolos dan berangkat ke Arab Saudi pada Juni 2024 silam.
Ketua Prodi Profesi Ners UMS Vinami Yulian, Ns., M.Sc., Ph.D., mengatakan tujuan menyampaikan informasi peluang kerja di luar negeri adalah untuk meningkatkan kesempatan kepada para wisudawan yang baru saja disumpah profesi untuk melebarkan sayap sehingga bisa ke luar negeri.
Hal ini didasarkan pada peluang kerja keperawatan yang semakin menipis di Indonesia. Membidik lowongan kerja di luar negeri diharapkan dapat meningkatkan keterserapan lulusan Keperawatan UMS di nantinya.
Vinami mendorong mahasiswa dan alumni Keperawatan UMS untuk berani melangkah ke luar negeri. “Alhamdulillah saya berkesempatan untuk sekolah S1 dan S2 di luar negeri, ternyata hidup di luar negeri itu menyenangkan,” pesan Vinami.
