SURAKARTA – Mahasiswa Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Tidak tanggung-tanggung, delegasi UMS sukses membawa pulang satu medali perak dan satu medali perunggu dalam ajang bergengsi Indonesia Inventors Day (IID) 2025. Kompetisi yang sering dijuluki sebagai “Liga Inovasi” paling prestisius di Indonesia ini berlangsung pada 11-14 September 2025 di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta Selatan. Perhelatan ini mempertemukan ratusan inovator terbaik dari berbagai universitas dan institusi ternama di seluruh Indonesia.

Sinergi Tim dan Inovasi Kreatif
Keberhasilan ini diraih berkat kerja keras tim yang terdiri dari Hangkeen Ahmada Fosse, Sri Lestari, Rizqi Amelia Aji Fadilah, Reja Arrafi, dan Muhammad Rayhan. Mereka berhasil menyajikan solusi inovatif yang mampu memikat hati para juri di tengah ketatnya persaingan dengan kampus-kampus top tanah air lainnya. Pencapaian ini membuktikan sebuah paradigma baru: bahwa mahasiswa keperawatan tidak hanya kompeten dalam aspek klinis dan pelayanan pasien di rumah sakit, tetapi juga memiliki daya nalar kritis serta kreativitas tinggi dalam menciptakan teknologi atau metode baru yang bermanfaat bagi dunia kesehatan.
Unjuk Gigi di Panggung Nasional
“Keperawatan UMS berhasil unjuk gigi di ajang ini. Kami ingin menunjukkan bahwa perawat masa depan adalah mereka yang mampu berinovasi dan siap adu ide di level tertinggi,” ujar salah satu anggota tim. Prestasi ini menjadi catatan penting bagi Fakultas Ilmu Kesehatan UMS dalam mendorong mahasiswa untuk terus berpikir di luar kotak (out of the box). Keberhasilan Hangkeen dan kawan-kawan di IID 2025 diharapkan menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan mengharumkan nama almamater di kancah nasional maupun internasional. Dengan raihan perak dan perunggu ini, Keperawatan UMS semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan tenaga kesehatan yang unggul, kreatif, dan inovatif di Indonesia.
