Sebuah kisah perjuangan yang menginspirasi datang dari Universitas Muhamamadiyah Surakarta, di mana tim gabungan mahasiswa Program Studi Keperawatan dan Teknik Informatika sedang berjuang meraih Special Award dari Inotex Foundation dalam ajang Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional. Penghargaan bergengsi ini merupakan inovasi lintas jurusan mereka, sebuah aplikasi yang menghubungkan perawat dengan pasien melalui teknologi digital.

Perjalanan tim yang terdiri dari Mahasiswa Keperawatan dan Mahasiswa Teknik Informatika bukanlah hal mudah. Mereka harus menjembatani dua disiplin ilmu yang sangat berbeda, dari ilmu klinis keperawatan hingga kompleksitas pemrograman dan algoritma. “Awalnya, kami sering kesulitan memahami sudut pandang masing-masing. Mahasiswa Keperawatan fokus pada kebutuhan pasien secara holistik, sementara kami dari Teknik Informatika lebih memikirkan fungsionalitas dan keamanan sistem,” ujar salah satu mahasiswa. “Kami harus banyak berdiskusi, bahkan begadang, untuk menemukan titik temu.”
Namun, di tengah tantangan itu, justru lahir sebuah sinergi kuat. Mahasiswa Keperawatan berperan sebagai ahli kebutuhan klinis, memastikan aplikasi memenuhi standar pelayanan, sementara mahasiswa Teknik Informatika merancang arsitektur digital yang handal dan mudah digunakan. Hasilnya, tercipta sebuah solusi inovatif yang mampu memberikan dampak nyata di dunia kesehatan.
Proyek inovasi yang mereka usung, bernama “[Shadara App ]”, adalah sebuah platform yang membahas revolutioning Mental Wellness Through AI, Reflection, and Self -Healing; dan juga inovasi yang bernama “[Myntherke]” yaitu Interactive Educational Video Game in a Programme to Improve Children’s Learning Motivation and Cognitive Function.
